Selasa, 17 Mei 2011

Outbound Malang.Di era modern seperti ini, perilaku primitif masih saja terjadi. Baru-baru ini Kepolisian Rusia menangkap basah seorang pria kanibal saat tengah memakan hati manusia.Kecurigaan polisi berawal dari penemuan sejumlah bagian tubuh seperti tungkai dan kepala di sekitar kota Moskow. Dimana pada 11 Mei lalu, sebuah kepala manusia paruh baya ditemukan di Sungai Moskva, bagian barat Moskow. Lalu pada 2 Mei lalu, sebuah lengan yang terpotong tepat di bagian pergelangan tangan ditemukan di bawah jembatan di Taman Tsaritsino, bagian selatan Moskow. Outbound Malang.Pada hari yang sama juga ditemukan dua potong kaki yang mengapung di Sungai Moskva. Beberapa waktu kemudian, ditemukan sebuah tangan dan potongan lengan lainnya di wilayah yang sama.Polisi meyakini bahwa si pelaku membunuh pria tersebut dan sengaja memotong-motong tubuh korban dan menyebarnya ke seluruh kota untuk menghilangkan bukti. "Para detektif menentukan identitas korban dari sidik jarinya. Setelah itu, polisi mencoba melacak pelaku dengan menelusuri sejumlah kolega dan teman korban," ujar juru bicara Kepolisian setempat.Setelah melalui serangkaian penyelidikan, perwakilan Komite Investigasi Vladimir Markin menyatakan si pelaku bernama Nikolai Shadrin, seorang penduduk setempat yang diketahui memiliki masalah psikologis. Sedangkan sang korban bernama Ilya Yegorov (40) yang merupakan warga asli Moskow dan ternyata adalah teman Nikolai sendiri."Ketika polisi datang untuk menangkap pelaku, ternyata dia (Nikolai-red) sedang memakan hati manusia dengan kentang," ungkap salah seorang petugas Kepolisian yang enggan disebut namanya, Saat penangkapan, polisi juga menemukan hati manusia yang sudah direbus di dalam lemari es di apartemen Nikolai. Sedangkan Nikolai sendiri telah mengaku bersalah karena membunuh dan memutilasi Yegorov pada 2 Mei lalu. Dia juga mengaku sengaja menyebar sebagian anggota tubuh korban dan menyimpan sisanya.Akibat perbuatannya ini, Nikolai didakwa melakukan pembunuhan dan terancam hukuman lebih dari 15 tahun penjara.Outbound Malang.

Kamis, 21 April 2011

3 Sikap Mental Jika Ingin Ramping

by: Outbound di malang
Menurut Jillian Michaels, pelatih pada kompetisi The Biggest Loser, agar berhasil menurunkan berat badan yang dibutuhkan kita tak hanya harus paham bagaimana memilih makanan sehat dan berolahraga dengan benar, tapi juga butuh mental penghapus lemak tubuh. Mental ini akan membentuk persepsi kita menjadi sebuah keyakinan untuk sampai pada tubuh ideal yang kita inginkan.

Michaels adalah salah satu orang yang berhasil mengalahkan obesitas. Sewaktu dirinya berusia 13 tahun, beratnya sudah mencapai 77 kg. Pengalaman ini setidaknya menjadi gambaran nyata bagi dia untuk memahami mental seperti apa yang harusnya kita punya ketika berjuang menurunkan berat badan. Dan mental itu adalah: Outbound  malang

Jangan pernah menoleh ke belakang. Bagi Michaels, bagaimana dulu teman-teman sebayanya mengejek dan memberi julukan padanya adalah hal jahat yang tak patut diingat. Jangan mau dijebak dengan persepsi negatif itu. Hal yang harus kita lakukan adalah mengubah dan memandang jauh ke depan. Bahwa pembabatan lemak yang menumpuk di tubuh harus dilakukan demi kualitas hidup yang baik. Bukan untuk orang lain tapi demi diri kita sendiri.



Buat target yang realistik, jangan terlalu menekan diri. Setelah kita memutuskan status kesehatan mana yang ingin kita nikmati, itu adalah tujuan realistis kita. Fokus pada tujuan itu dan capailah sesuai dengan kemampuan tubuh untuk mencapainya. Dengan mencoba santai tapi tetap pada pencapaian target, kita bisa lebih menikmati proses yang tengah dihadapi. Sehingga penyangkalan diri tak perlu berlama-lama menggagalkan program diet kita.

Saat gagal, janganlah menghukum diri terlalu berlebihan. Tidak selalu mudah untuk sampai pada "tempat tujuan". Sebab memang tak ada jaminan jalan kita akan selalu lurus karena tekad sudah membara di dalam dada. Itu mengapa ketika kita mengalami kegagalan atau merasa sangat tertekan, jangan justru menjadikan ini sebagai pertanda kita telah gagal, atau menjadi gemuk adalah takdir yang tak dapat dihapus. Apa yang harus kita lakukan, menurut Michaels, bangkit dan coba kalahkan tantangan dengan lebih kuat lagi. “Menyerah bukanlah semangat yang dimiliki seorang pejuang,” tegasnya.

Karena semuanya demi diri kita, lakukanlah yang terbaik! Semuanya adalah pilihan dan ketika kita sebagai orang dewasa memilih dengan sadar maka bertanggung jawablah terhadap pilihan tersebut. Rasa tanggung jawab ini akan membuat kita percaya diri dan tekun dalam melampaui tahapan-tahapan perjuangan mencapai target. Jadi jangan pernah beri yang tidak sempurna pada diri kita sendiri.


Agar kita selalu ingat dengan motivasi ini, cobalah print artikel ini, dan letakkan di tempat-tempat yang mudah untuk dilihat. Jika ingin menambahkan beberapa poin, lakukan, dan cobalah untuk mengingatnya sebagai obor kemenangan. Sehingga kita akan selalu tahu kemana harus melihat setiap kali mulai merasa tak bersemangat atau tak berhasil mencapai target. Selamat berjuang! Rafting Kasembon

Senin, 11 April 2011

Outbound di malang Ketua DPR Marzuki Alie ingin membangun budaya malu dan bertanggungjawab di DPR. Anggota DPR yang bermasalah dan terbukti secara hukum disarankan mundur dari DPR.

"Masalah Arifinto ada dua sisi yang kita melihatnya. Yang pertama dari azaz di dalam penegakan hukum dimana kita selalu berpegang pada asas praduga tak bersalah. Dan di sisi lain ada budaya yang ingin kita bangun, budaya malu, budaya yang bertanggungjawab," ujar Marzuki kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/4/2011). Outboung Training Malang

Dalam membangun budaya yang lebih baik di DPR, menurut Marzuki, Arifinto layak dijadikan contoh. Tindakan Arifinto menonton video porno di DPR, menurut Marzuki, menuntut tanggung jawab kepada rakyat.

"Saya sepakat yang sudah jelas di muka publik salah ya budayanya itu langsung nyatakan berhenti. Itu harus jelas. Budaya seperti ini harus jelas," tutur Marzuki. Outbound Malang

Utamanya anggota DPR yang jelas menodai amanat rakyat. Anggota DPR yang seperti Arifinto, menurut Marzuki, sudah jelas menimbulkan protes rakyat.

"Kalau jelas seperti kemarin di ruang paripurna membuka situs porno, apakah itu sengaja membuka, justifikasi apapun yang dikemukakan boleh terlihat itu salah. Kok sidang paripurna melakukan sesuatu di luar agenda. Kalau saya setuju budaya malu sebagai bentuk pertanggungjawaban ke publik yang nyata yang bersangkutan bersalah," terang Marzuki. Outbound Training

Namun Marzuki berharap rakyat juga memandang anggota DPR secara objektif. Sehingga anggota DPR yang baru diopinikan bersalah tak harus langsung mundur.

"Tapi yang belum jelas harus kita tegakkan asas praduga tak bersalah. Politik ini bisa mengkondisikan orang yang betul menjadi salah dan yang salah menjadi benar. Karena politik ini kekuasaan dan kekuatan padahal kita ingin penegakan hukum berdasar asas hukum," papar Marzuki. Rafting Kasembon